Agribisnis

Pengertian pasar abstrak dan pasar konkret

Posted on: Desember 29, 2008

PENGERTIAN PASAR KONKRET DAN PASAR ABSTRAK

Pasar secara sempit diartikan sebagai tempat barang atau jasa diperjual belikan. Sedangkan pengertian pasar secara luas dalam ilmu ekonomi adalah besarnya permintaan dan penawaran pada suatu jenis barang atau jasa tertentu. Pasar konkrit dan pasar abstrak merupakan bagian dari pasar yang dikelompokkan berdasarkan wujudnya.

1. Pasar Konkrit
Konkret berarti nyata atau bisa dilihat secara kasat mata (fisik), maka pasar konkrit dapat diartikan sebagai tempat dimana para pembeli dan penjual barang berkumpul dan bertemu secara langsung, misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan. Ciri-ciri pasar ini adalah sebagai berikut;
a. Wujud pasar konkret yang nyata dan dapat dilihat secara kasat mata.
b. Pelaku ekonomi yang terlibat di pasar konkret dapat dilihat secara nyata. Maksudnya, ada penjual yang sedang menawarkan barang dagangannya dan ada pembeli yang ingin membeli barang dagangannya.
c. Barang yang diperjualbelikan di pasar ini juga terihat nyata. Misalnya, ada sekarung beras yang akan dijual oleh pedagang beras.
Kegunaan pasar konkret bagi kegiatan ekonomi masyarakat sangat besar diantaranya adalah sebagai berikut;
a. Pembeli akan mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan mudah.
b. Penjual juga dapat menawarkan barangnya dengan bebas, karena berkumpulnya sejumlah pembeli di lokasi pasar.
c. Distributor akan mendapat kemudahan dalam mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
d. Bagi pemerintah, pasar konkret dapat menambah kas pemerintah melalui pajak dan retribusi.

2. Pasar Abstrak
Abstrak artinya tindak nyata (tidak kasat mata), maka pasar abstrak dapat didefenisikan sebagai pasar dimana proses interaksi antara pembeli dan penjual untuk mencapai kesepakatan tentang harga dan barang tidak secara langsung atau non fisik. Adapun beberapa pasar abstrak yang memegang peran penting dalam kegiatan ekonomi berikut fungsinya adalah sebagai berikut;
a. Pasar modal atau bursa efek adalah pasar tempat bertemunya permintaan dan penawaran dana-dana jangka panjang dalam bentuk pembelian dan penjualan surat-surat berharga, misalnya saham dan obligasi. Sedangkan fungsi dari pasar modal ini adalah;
Sebagai sarana badan usaha untuk mendapatkan tambahan modal, perusahaan dapat memperoleh dana dengan cara menjual saham atau obligasi ke pasar modal, melalui penjualan saham ini perusahaan akan mendapatkan dana dalam jumlah besar untuk membiayai berbagai proyek.
Sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas produksi, melalui tambahan modal yang diperoleh di pasar modal sehingga produktivitas perusahaan akan meningkat.
Sebagai salah satu indikasi mengenai situasi perekonomian negara, jika aktivitas penjualan atau pembelian meningkat, maka perekonomian negara pun akan meningkat pula.
b. Pasar valuta asing adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran terhadap valuta asing atau mata uang negara lain, seperti dolar, yen poundsterling dan sebagainya. Sedangkan fungsi dari pasar valuta asing adalah;
Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari suatu negara ke negara lainnya.
Memperlancar terjadinya kegiatan ekspor-impor (perdagangan internasional).
Sebagai tempat berspekulasi.
c. Pasar atau bursa tenaga kerja adalah tempat bertemunya permintaan yang datang dari perusahaan dan penawaran yang datang dari tenaga kerja itu sendiri. Sedangkan fungsi dari pasar atau bursa tenaga kerja ini adalah;
Menyediakan informasi mengenai lowongan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar negeri.
Membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran.
d. Pasar atau bursa komoditas adalah tempat bertemunya permintan dan penawaran terhadap barang komoditas (dagangan) yang laku di pasar dunia, seperti kopi, kakao, CPO (Crude Palm Oil) dan sebagainya. Sedangkan fungsi dari pasar atau bursa komoditi adalah;
Tempat untuk memperoleh informasi dan harga produk yang diperjualbelikan.
Tempat untuk mengadakan jual beli dengan mengadakan transaksi efektif maupun spekulatif.
Tempat dan alat untuk mengukur tingkat perniagaan atau perdagangan.
# Transaksi efektif merujuk pada suatu transaksi jual beli di pasar yang diakhiri dengan penyerahan barang dagangan dari penjual ke pembeli
# Transaksi spekulatif merupakan transaksi jual beli secara murni dengan motif mencari untung lebih dominan dimana tidak diakhiri dengan penyerahan barang.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LUASNYA PASAR
Luas sebuah pasar di samping tergantung pada luasnya hubungan antara permintaan dan penawaran , tergantung pula pada faktor-faktor sebagai betikut;

1. Barang yang diperjualbelikan dipergunakan dimana-mana
Tidak semua barang dapat diperjualbelikan di berbagai daerah, hal itu karena tidak semua masyarakat memiliki kesamaan jenis dalam produk atau barang yang dikonsumsinya. Misalnya saja sweater tebal sangat berguna bagi para konsumen yang berada diaerah kutub, namun baju itu tidak digunakan olek masyarakat oleh masyarakat Indonesia. Dengan demikian produk tersebut hanya diperjualbelikan di daerah tersebut saja. Sebaliknya, seperti halnya kacang-kacangan (misalnya kacang kedelai) dapat dikonsumsi oleh berbagai ras, daerah dan golongan masyatakat, sehingga produk ini dapat kita jumpai dimana-mana, akibatnya produk tersebut mengalami perluasan pasar.

2. Barang yang diperjualbelikan dapat disimpan lama
Adanya suatu produk yang tahan lama (awet) dapat menciptakan perluasan pasar pada produk tersebut. Misalnya saja produk pertanian berupa sayur-mayur yang mayoritas produk tersebut tidak dapat disimpan lama, sehingga pendistribusiannya tidak begitu luas karena dapat mengakibatkan kebusukan dan berdampak pada biaya penyusutan terlalu banyak, dengan demikian skala pemasarannya hanya sebatas regional saja kecuali bila dilengkapi dengan alat simpan yang canggih. Beda halnya dengan produk pertanian yang berupa biji-bijian yang bisa lebih awet dibanding dengan sayur-mayur, sehingga pendistribusiannya lebih luas dan perluasan pasar terhadap produk ini pun dapat terjadi.

3. Biaya – biaya transportasi

Dalam pendistribusian barang dari tempat produksi suatu produk sampai ketangan konsumen memerlukan transportasi sebagai sarana angkut produk tersebut. Namun sarana tersebut tidaklah gratis melainkan memerlukan biaya, yang pada suatu perusahaan atau unit usaha produksi, biaya transportasi dianggap sebagai biaya variable cost (VC), yang besarnya biaya transportasi berubah–ubah tergantung pada jumlah produk yang dihasilkan dan jarak yang ditempuh.. Sehingga sudah jelas biaya produksi sangat mempengaruhi perluasan pasar.

4. Standarisasi produk
Kemungkinan mengadakan standarisasi akan mempengaruhi perluasan pasar terhadap barang yang diproduksi. Misalnya saja memberikan standarisasi label halal pada setiap produk makanan, minuman dan obat-obatan sehingga produk tersebut bukan saja dapat dikonsumsi oleh konsumen non muslim melainkan konsumen muslim pun bisa mengkonsumsinya, pencantuman tanggal kadaluarsa, izin BPOM, adanya lisensi ISN (International Standaritation Number) dan lain – lain.

JENIS – JENIS PASAR HASIL PERTANIAN BERDASARKAN WILAYAH (GEOGRAFIS)

1. Pasar Lokal
Pasar lokal atau pasar pengumpul lokal (local assembling) yang juga disebut sebagai pasar petani (grower market), pasar ini dijumpai di daerah atau sekitar daerah produksi pertanian umumnya berada di desa. Kegiatan terpenting yang dijumpai di pasar ini adalah pembelian hasil pertanian dalam jumlah kecil yang dilakukan oleh pedagang pengumpul, seperti tengkulak, pedagang besar, pedagang besar perantara maupun perkumpulan koprasi dari petani untuk kemudian dikirim dalam jumlah lebih besar ke pasar-pasar sentral dan kepada usaha pengolahan atau pembeli lainnya.
Beberapa produk yang sudah terkumpul di pasar lokal segera disalurkan kepada konsumen lokal. Kegiatan lain yang sangat menonjol di pasar ini adalah adanya sortir, grading dan packing (pengepakan). Pada pasar lokal pertanian yang modern banyak pula dijumpai uasaha pengolahan seperti yang terjadi di kebun buah-buahan dan sayur–sayuran organik dimana pemilik perkebunan membuka restoran dan berbagai produk makanan yang diolahan dari hasil budidayanya.

2. Pasar Sentral
Pasar sentral ini sering juga disebut sebagai pasar teminal (terminal market/ primary market) merupakan pusat-pusat perdagangan. Pasar ini umumnya menerima barang dari pasar lokal, namun adapula yang langsung dari petani, biasanya pasar ini dijumpai di kota-kota besar atau di tempat-tempat pengumpulan lainnya. Sebagian dari produk yang ditampung di pasar ini dijual ke pabrik pengolahan, sebagian lainnya kepada pedagang perantara eceran untuk konsumsi lokal dan sebagian besar dikirim ke kota-kota lain untuk dijual kepada pedagang eceran di kota tersebut.
Seyogyanya pasar sentral didirikan di kota-kota yang letakya strategis, antara daerah produksi dan konsumsi, selain itu juga memiliki fasilitas pengangkutan dan bongkar-muat yang baik. Sebagai pusat pasar, maka di pasar ini ditemukan proses konsentrasi (terutama konsentrasi fisik hasil-hasil pertanian), equalisasi dan disperse, selain itu dijumpai pula lembaga-lembaga tataniaga seperti pedagang besar, pedagang komisi (komisioner), makelar, speculator dan sebgainya. Pedagang besar biasanya membeli barang dalam jumlah lebih besar melalui agen-agennya (komisioner dan makelar) kemudian menjualnya dalam jumlah kecil kepada grosir yang lebih kecil, pedagang eceran, hotel dan restaurant.

3. Pasar ekspor-impor
Pasar ini disebut juga pasar pelabuhan, merupakan pasar pusat bagi barang-barang yang akan dikirim ke luar negri atau ke pulau-pulau. Barang-barang yang akan dikirim ke luar negeri bersal dari pasar pusat, pasar lokal dan sesekali juga (jarang) dari prodesen (umumnya petani). Lembaga tataniaga terpenting yang beroperasi di pasar eksport-import ini adalah para eksportir, importir, perusahaan pergudangan, pengangkutan antar pulau-antar negara dan lembaga lainnya.

4. Pasar Antar Negara
Pada pasar antar negara yang meliputi pasar dunia dan pasar internasional ini terdapat hubungan antara penawaran dan permintaan barang tingkat dunia. Di pasar ini hanya tersedia monster (contoh barang) yang diperjualbelikan dengan standart-standart tertentu, oleh karena itu standarisasi sangat penting dalam perdagangan antar negara. Berdasarkan waktu transaksi, maka perdagangan antar negara dibedakan atas bentuk perdagangan tunai, yakni transaksi berlangsung secara tunai, dan bentuk perdagangan berjangka yakni transaksi berlangsung pada waktu akan datang. Perdagangan berjangka merupakan jual beli yang didasarkan kontrak bahwa pengiriman atau penyerahan barang niaga tertentu dalam jumlah, mutu, tempat dan waktu tertentu, dengan demikian harga, jumlah, mutu da waktu pengiriman (penyerahan) barang disetujui pada saat tersebut, tetapi pelaksanaan pengiriman dan pembayaran dilakukan pada waktu kemudian. Bila pada pasar antar negara berlangsung perdagangan berjangka, maka pasar antar negara tersebur berupa pasar berjangka pula. Pada pasar berjangka ini beroprasi badan niaga seperti;
a. Hedger yaitu badan yang melakukan jual beli dengan metode hedging (pelaksanaan dua macam transaksi secara simultan yang saling mempengaruhi antara pasar tunai dan pasar berjangka).
b. Speculator adalah mereka yang berdagang dengan harapan dapat mencapai laba pada pasar berjangka dalam suasana perubahan harga.
c. Floor trade adalah speculator yang berdagang dengan langganan sendiri dan selalu siap untuk membeli dan menjual menurut pertimbangan dan keputusannya.
d. Brokerage Firm yang merupakan sarana untuk semua cara kontrak dalam melakkan pasar berjangka dan anggota-anggota brokerage firm masing-masing berdagang untuk langganannya sendiri.

5. Pasar Eceran
Pasar eceran merupakan pusat perdagangan di mana pedagang eceran menjual barang dagangannya dalam jumlah kecil kepda konsumen akhir secara langsung. Pada pasar eceran ini dijumpai berbagai pedagang eceran, ada yang memiliki toko dan hanya sekedar kios yang menjual berbagai macam barang dan hanya sejenis saja, biasanya pasar ini terdapat didaerah pusat konsumsi (kota besar, kota kecil dan pedesaan). Ditinjau dari permodalannya ada yang bermodal besar sampai yang bermodal kecil, hal ini bila dilihat dari tempat konsumen membeli barang kebutuhannya. Di pasar eceran terdapat eating place seperti restauran dan rumah makan (warung nasi).

DAFTAR PUSTAKA
Hanafiah, A.M dan Saefuddin, A.M. 1986. Tataniaga Hasil Perikanan. UI press. Jakarta.

Irawan dan M. Suparmoko. 1998. ekonomi Pembangunan Edisi Kelima. BPFE. Yogyakarta.

Muryati, Sri. Pasar Konkrit dan Pasar Abstrak. Ditulis tanggal 6 Januari 2007 www. e.book.go.id. Diakses tanggal 26 November 2008.

Saroso, Wirohadiharjo. 1964. Pokok-Pokok Ilmu Tataniaga (Marketing). PT Pembangunan. Jakarta.

Tambunan, Tulus. 2001. Perekonomian Indonesia; Teori dan Temuan Empiris. Ghalia. Jakarta.

Winardi. 1998. Kamus Ekonomi. CV Mandar Maju. Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: